Inspirasi dari Rumah Tahfidz di Puger Yang Berkembang Pesat

22-01-2022

Inspirasi dari Rumah Tahfidz di Puger Yang Berkembang Pesat | Memulai hal baru adalah tantangan besar. Karena, hal itu membutuhkan gagasan yang segar, niat yang kuat dan keberanian yang besar. Mungkin itulah yang dialami Shulhan Kholidi, S.Ag. Seorang dai muda yang merintis Rumah Tahfidz ElSaki (Lingkar Studi Al Quran dan Kajian Islam) di Desa Mlokorejo, Puger, Jember.

Sarjana lulusan IAIN Jember ini mengawali rumah tahfidz ketika mengajar MI Bustanul Ulum 02 Mlokorejo..

“Niatan itu sudah ada jauh sebelum wabah corona. Namun alhamdulillah baru bisa dimulai 2020 lalu,” tutur alumnus program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Inspirasi dari Rumah Tahfidz di Puger Yang Berkembang Pesat, Berawal Dari Sebuah Kelas Ekskul

Awal berdirinya Rumah Tahfidz melalui MI Bustanul Ulum 02 Mlokorejo itu awalnya sebagai kelas ektrakulikuler. “Saya ajak diskusi guru yang lain, ternyata banyak yang setuju,” jelas guru kelahiran 24 Desember 1987 ini. (Baca juga: Kisah Guru di Jember | Mengantar Siswa Mandi di Kali)  

Seiring berjalannya waktu Shulhan mengumpulkan wali murid untuk diajak diskusi dan bekerja sama guna kesuksesan kegiatan Rumah Tahfidz ini. “Awalnya kurang mendapat respon, namun berangsur makin didukung,” sambungnya. 

Sejak itulah kemudian pembelajaran tahfidz Al-Qur’an masuk intrakulikuler. Maka di akhir tahun pelajaran, bisa melaksanakan wisuda Tahfidz untuk yang pertama kalinya dengan juz-juz bagian akhir (juz 30 dan juz 29).

Kemudian Shulhan mengembangkan kelas tahfidz Al Quran pemukiman, tepatnya di Masjid Nurul Huda Mlokorejo. Makin lama makin banyak ikut. Bahkan ada dermawan selalu memberi bingkisan bagi murid-murid sudah hafal 1 juz.

Di rumah pun, Shulhan dan istrinya membuka pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di rumahnya yang diberi nama Rumah Tahfidz ElSaki (Lingkar Studi Al Quran dan Kajian Islam).

Ruang tamu pun dirombak agar muat jadi tempat belajar anak-anak di sekitarnya. Semua itu dilakannya atas dasar penuh sukarela dan dari jerih payah sendiri. (Baca juga: Sarjana yang Rela Kembali ke Desa Curah Situbondo Mengajar Ngaji dan Bertani)

Untuk kegiatan di Rumah Tahfidz ElSaki adalah kelanjutan dari MI dan Masjid. “Yang sudah hafal 1-2 juz, ada kelanjutan pembelajaran di sini hingga 5 juz, begitu yang kami canangkan,” papar suami Wardatul Husniyah yang juga sama-sama mengajar di MI Bustanul Ulum 02 Mlokorejo.

“Target kami adalah mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 MI bisa hafal 5 juz yaitu juz 28, 29, 30, 1 ,dan 2. Sehingga nantinya ada kelanjutan saat masuk SMP atau MTs atau ponpes untuk melanjutkan hafalan Al-Qur’an lebih baik lagi,” jelas sosok yang pernah jadi pengajar di Sekolah Al Irsyad, SMPIT Ibnu Sina, SMP Muhammadiyah Rambipuji, dan SDN Jember Lor 1.

Sesuatu hal yang membanggakan bagi ia adalah wali santri senang melihat putra-putrinya di wisuda yang telah hafal mulai 1-2 juz bahkan lebih. (Baca juga: Agrowisata Durian di Jember, Potensi Mendunia)

Luar Biasa, Mulanya Hanya Mengajar Murid, Kini Wali Murid Ikut Belajar Ngaji

Kegiatan Rumah Tahfidz diadakan setelah selepas Isya hingga pukul 22.00. Menjadi motivasi tersendiri bagi santri-santri untuk bisa menghafal setiap harinya dan nantinya bisa bermanfaat di kemudian hari melalui hafalan Al-Qur’an tersebut.

Kebanggaan yang kedua adalah sang istri sangat mendukung kegiatan Rumah Tahfidz ini, bahkan ia ikut mengajar dan hafalan khususnya juz 30.

Kebanggaan yang ketiga adalah banyak wali santri yang ingin belajar mengaji hingga menyimak hafalan anak-anaknya. (Baca juga: Niat Seorang Mahasiswa Memajukan Kampung Muncar Banyuwangi Hampir Terkabul)

“Perlahan banyak orangtua yang ingin juga belajar dan menghafal Al-Qur’an seperti anaknya. Alhamdulillah, tentu ini adalah perkembangan yang sangat baik,” pungkasnya.

Harapan terbesar adalah bagaimana masyarakat sekitar mau belajar, menghafal, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. (Naskah dan Foto: Ernanto Darmawan).

###

Donasi terbaik Anda akan membantu guru-guru tulus dan ikhlas di pelosok untuk memajukan kampung halamannya. Donasi bisa disalurkan ke:

- Bank Syariah Indonesia

- nomor 703.996.999.2

- atas nama Yayasan Dana Sosial Al Falah.  

Lembaga ini berdiri sejak 1987 dan dipercaya 300 ribu donatur rutin setiap bulannya di empat provinsi.