Kisah di Balik Rujak Manis Linda Jalan Jawa Jember

23-10-2020

Linda, kelahiran Sungai Landia 12 April 1982, Kabupaten Agam, berasal dari dusun yang jauh dari keramaian kota Padang, Sumatera Barat. Pergi ke sawah dan ladang menjadi aktivitas keseharian Linda di kampung halaman. Terkadang atau sering kali juga sebagai buruh cangkul dan tanam di sawah dan ladang orang. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Linda harus menjual rerumputan, kayu bakar, bambu dan benalu kopi. Terkadang membeli hasil ladang orang semisal kacang panjang, bayam, sawi, jagung, pisang untuk kemudian dia jual juga ke pasar.

Di pertengahan Juli 2013, Linda beserta anak semata wayangnya, Putra Rahmat Rizali  yang pada waktu itu masih duduk di bangsu SD kelas 5, dengan ajakan sepupunya dia nekat meninggalkan kampung halamannya. Hanya berbekal semangat untuk mengubah hidup dan impian masa depan lebih baik lagi, ia untuk merantau ke Jawa. Di dalam benaknya yang ada hanya membesarkan anak lelakinya bagaimanapun caranya untuk sukses. Linda tidak menceritakan bagaimana dia bercerai dengan suaminya dan membesarkan anak sebagai single parent. Saat ini anaknya berusia 7 tahun.

Impian hidup enak di perantauan selalu terbayang indah, tetapi ekspektasi tidak seindah kenyataan. Awal merantau dia bekerja sebagai penjaga toko, tetapi penghasilan belum bisa menutup kebutuhan sehari-hari baginya dan sang putra. Bahkan pernah tidak pegang uang sama-sekali. Bayangan hidup enak di perantauan sedikit pudar bersama kesulitan hidup yang silih berganti dia lalui.

Kemudian dia memutuskan keluar kerja dari toko dan mencoba usaha membuka warung makan Minang di sekitaran Jl. Basuki Rahmad, Tegal Besar, Jember. Belum genap satu tahun usaha tersebut ditutup karena sepi. Tidak berputus asa, Linda banting setir nekat berjualan di sekitaran Jl. Jawa kompleks Kampus Unej dengan berjualan lontong sayur dan Lotek Padang.

Alhamdulillah selama satu bulan berjualan sangat laris dan sudah dapat pelanggan banyak. Takdir Allah, cobaan datang menghampiri, Linda jatuh sakit selama satu bulan lebih dan diopname di rumah sakit Jember Klinik. Setelah sembuh dia, berjualan lagi ternyata para pelanggan sudah beralih ke tempat lain.

Tidak berputus asa, dia ganti menu. Sekarang ganti soto dan Lotek Padang saja. Dan lagi-lagi seharian tidak ada pembeli sama sekali. Besoknya pun juga sama. Tidak ada pembeli sama sekali, dalam sepakan hanya laku 2-5 porsi saja.

Ada rasa sedikit putus asa dan galau dalam hati, jika seperti ini terus bagaimana saya menghidupi anak dan menyekolahkan. Maka timbul semangat baru dalam hidupnya, malu jika tidak sukses. Karena sukses itu harus bisa menyekolahkan anak sampai lulus. Sholat malam, ikhtiar dan berdoa selalu dia panjatkan kepada Allah. Mohon pertolonganNya, agar diberi jalan dan menuntunnya untuk bisa mencari nafkah yang halal di perantauan.

Dan suatu saat Linda meminta nasihat kepada salah seorang temannya dan membuat sedikit hatinya lega untuk menapak kembali membuka usaha baru. Lama berpikir kemudian dia putuskan untuk berjualan rujak manis. Karena sepanjang Jalan Jawa hanya satu orang saja yang berjualan rujak manis.

Bismillah, Linda berjualan rujak manis, dengan belajar kepada salah seorang temannya bagaimana membuat dan meracik resep membuat rujak yang enak. Tapi saat itu dia masih berjualan soto, lotek padang dan rujak manis. Kemudian dia memutuskan hanya berjualan rujak manis saja. Alhamdulillah pelanggan datang satu per satu, sembari mencoba jual rujak dengan resep yang pas dan disukai pelanggan.

“Alhamdulillah, jual rujak manis ini sudah berjalan 1,5 tahun. Dari sini sudah ada titik terang. Sudah mulai banyak pelanggan tetap. Saya syukuri saja. Mungkin sebelumnya saya hanya kurang bersyukur dan kurang bersabar. Mungkin juga teguran kepada saya yang kurang tekun dan saya yakin bahwa Allah tidak akan memberikan beban melebihi kemampuan kita,” ucapnya.

Tak pernah berputus asa atas segala cobaan dan ujian. Itu semangat Linda. Tetap bersabar, berdoa, berusaha dan bersyukur. Karena Allah itu beserta prasangka hambaNya. Ujian dan cobaan adalah jalan dan sarana Allah agar manusia senantiasa berdoa dan memohon hanya padaNya.

Di luar sana masih banyak sosok single parent seperti LInda ini dan membutuhkan dukungan. Mari kita dukung mereka menyalurkan donasi terbaik Anda melalui rekening Infaq Bank Mandiri Syariah (kode bank 451) nomor 703.996.999.2 atas nama Atas nama Yayasan Dana Sosial Al Falah. (okibintan ariani)